Kamis , 22 Agustus 2019
Home / HEADLINE / Mengenang Bioskop di Makassar era 90’an

Mengenang Bioskop di Makassar era 90’an

MAKASSAR – Sekitar tahun 1990-an, bioskop-bioskop di Makassar sudah cukup marak. Ketika itu bioskop bisa dibagi menjadi empat kelas dengan berbagai fasilitas, mulai dari kelas A dengan kategori kelas atas (kursi empuk dan nyaman, AC serta suara dolby stereo) hingga kelas D dengan fasilitas seadanya (hanya memakai kipas angin, dengan kursi rotan yang sebagian kondisinya sudah rusak dan tanpa peralatan stereo).

Jika dikelompokkan menjadi satu, kelas A sendiri beranggotakan Makasasar Theatre dan Studio 21. Di tahun 1990, harga tiket untuk bioskop kelas A terbilang mahal kala itu, mencapai Rp4.000 hingga Rp5.000 per orang. Fasilitas yang diberikan berupa kursi empuk dan nyaman, AC serta suara dolby stereo.

Bioskop kelas B, dengan fasilitas sedikit di bawah bioskop kelas A beranggotakan Arini Theater berlokasi di Jalan Rusa (sekarang gedungnya masih ada tapi sudah jadi showroom meubel), Artist di Jalan Gunung Lompobattang (sekarang lokasinya sudah jadi pusat pertokoan), Mall Theatre di Jalan Cendrawasih (bekas gedungnya masih ada, tapi sudah jadi puing-puing), Bioskop Madya di Jalan Kajaolalido (sekarang gedung bioskop ini beralih fungsi menjadi bank), bioskop Istana di Jalan Sultan Hasanuddin (sekarang menjadi deretan ruko). Terakhir ada bioskop Paramount dan Bioskop Dewi di Jalan Gunung Bulusaraung (sekarang sudah jadi kompleks pertokoan). Biasanya bioskop kelas B ini harga tiketnya antara Rp2.500 hingga Rp3.000.

Kelas berikutnya kelas C. Tanpa AC yang memadai dan tanpa Dolby Stereo dengan kursi dari rotan tapi masih cukup nyaman. Anggota dari bioskop kelas C ini, masing-masing bioskop Benteng di Jalan Penghibur (sekarang menjadi Zona Cafe) dan bioskop Mutiara di Jalan Veteran. Harga tiket masuk untuk bioskop kelas C ini biasanya antara Rp1000 hingga Rp1500 per orang.

Halaman Selanjutnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *