Minggu , 5 April 2020
Home / HEADLINE / Danny-None Hanya Bisa Diimbangi Jika Appi Gaet Ical

Danny-None Hanya Bisa Diimbangi Jika Appi Gaet Ical

MAKASSAR – Kombinasi Danny Pomanto-Irman Yasin Limpo (None) menjadi spekulasi paling kompetitif. Pasangan ini hanya bisa diimbangi jika Munafri Arifuddin (Appi) bisa membentuk poros sepadan dengan menggaet Syamsu Rizal MI (Ical).

“Danny-None saya kira memang pakem ideal. Mereka memiliki struktur politik yang sangat lengkap,” terang pendiri Rumah Demokrasi Rakyat, Juanda H Alim kepada Linksatu.com, Ahad malam.

Kekuatan ini menurut Juanda, sulit diimbangi. Kecuali jika terbentuk koalisi baru yang memadukan dua kandidat dengan variabel politik yang sepadan.

“Misalnya saja Appi-Ical. Ini kira-kira bisa. Karena Appi-Ical ini juga memiliki kantong-kantong suara riil,” jelasnya.

Juanda menjelaskan, jika dua pakem ini terbentuk, otomatis juga mempertemukan seteru lama, dua klan politik. Keduanya adalah klan Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin.

Selain itu kata Juanda, dua paket ini juga memungkinkan mengubah konstelasi parpol pengusung. Jumlah pasangan yang maju lewat parpol akan mengerucut dan kata dia, akan terbentuk poros koalisi gemuk di dua kubu.

“Pasti itu. Karena parpol sudah tahu hitung-hitungannya. Nda mungkin ada parpol mau ke kandidat alternatif. Mereka pasti memilih bergabung di salah satu poros. Danny-None atau Appi-Ical,” paparnya.

Soal rivalitas dua klan–IAS dan SYL–menurut Juanda sulit dihindari. Seperti apapun kombinasi yang terbentuk di Pilwali Makassar nanti, dua imperium politik ini pasti masih memegang kendali.

“Sulit memang melepaskan dua nama ini dari arena politik Sulsel sekarang. Efeknya masih kuat. Kalau Danny-None jadi maka jelas SYL di sana, dan otomatis IAS akan ada di poros tandingan. Ya itu tadi, Appi-Ical,” papar Juanda.

Juanda juga mengalkulasi mengapa hanya Appi-Ical yang bisa mengimbangi Danny-None. Pertama kata dia, tidak ada kandidat alternatif yang memiliki variabel politik yang komplek seperti keduanya.

“Ical punya kekuatan kantong suara di akar rumput. Di kalangan ASN, Ical saya kira juga bisa menggeser Danny. Tingkat kepercayaan ASN pada Ical cukup tinggi,” jelasnya.

Yang kedua, Ical membentuk kantong-kantong suara fanatik di masyarakat bawah. Kelompok pendukung Ical ini identik dengan kelompok pemilih tradisionil yang dibentuk Danny.

“Jadi ada kesamaan karakter pemilih keduanya. Nah dari sini bisa diukur ada perimbangan riil jika Appi-Ical berpaket,” jelasnya.

Pertimbangan selanjutnya kata Juanda, Appi tentu tak mau mengambil risiko memilih kandidat alternatif untuk melawan Danny-None. Satu-satunya opsi untuk melawan adalah menggaet figur yang identik.

“Ya, Ical itu figurnya. Karena sulit untuk figur lain,” imbuhnya Juanda.

Menurut Juanda, tinggal menunggu apa benar paket Danny-None bisa disatukan.

Paket Danny-None mengemuka pascakeluarnya surat rekomendasi Partai Nasdem untuk Danny Pomanto. Sementara None menerima surat tugas dari PAN.

Usai hajatan Musyawarah Rakyat kemarin, Nasdem menyatakan harapan untuk menyatukan keduanya. (skr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *