Minggu , 5 April 2020
Home / HEADLINE / Analisis Siapa Paket Ideal Ical: Appi Resistensi, Sadap Klop

Analisis Siapa Paket Ideal Ical: Appi Resistensi, Sadap Klop

MAKASSAR – Rumah Demokrasi Rakyat (RDR) menganalisis resistensi sejumlah figur jika dipaketkan dengan Syamsu Rizal MI. Hasilnya, Syarifuddin Daeng Punna (Sadap) menjadi figur paling kompetitif.

“Dari semua figur yang kita simulasikan berpaket dengan Ical, terlihat Sadap lebih menjanjikan. Pertama dari sisi resistensi dia paling kecil,” terang pendiri RDR, Juanda H Alim kepada Linksatu.com, Jumat (28/2/2020).

Menurut Juanda, dengan tingkat resistensi kecil, artinya pasangan ini paling mungkin diterima publik. Sementara terhadap figur-figur lain, ada potensi resistensi besar jika berpasangan dengan Ical.

“Seperti misalnya Appi (Munafri Arifuddin) ini resistensinya agak tinggi kalau Appi jadi 02. Publik cenderung khawatir dengan harmonisasi mereka jika memimpin Makassar,” jelas Juanda.

Publik kata Juanda, melihat pakey Ical-Appi seperti memori paket Danny- Ical yang kurang harmonis. Sehingga berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan.

Disharmonisasi ini terjadi karena keduanya memiliki kutub elektoral yang sama kuat.

“Begitu juga Ical-Appi, kutub elektoralnya sama-sama kuat. Kalau disatukan justru bisa pecah, karena para pemilih keduanya sama- sama menginginkan 01,” sambung Juanda.

Selain Appi, beberapa figur lain juga disimulasikan berpaket dengan Ical. Seperti Cicu, Sukriansyah S Latif, Onasis, Irman Yasin Limpo dan Fadli Ananda.

Hasilnya kata Juanda hampir identik. Rata-rata punya efek resistensi politik yang merugikan Ical.

“Ketika dipaketkan Sadap, hasilnya lebih kompetitif. Sadap relatif bisa diterima publik sebagai wakil Ical. Dia bisa mendongkrak elektabilitas Ical,” paparnya.

Juanda menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat Sadap lebih kompetitif. Pertama, Sadap secara geopolitik lebih mengakar.

“Karena dia merepresentasi Makassar tulen. Kedua, dia berlatar pengusaha sehingga kombinasi dengan Ical lebih nyekrup,” katanya.

Kata Juanda publik lebih suka pada kombinasi politisi- pengusaha daripada politisi-politisi, atau birokrat-politisi.

“Sadap juga banyak ditunggu karena dia dianggap sebagai sosok berdarah Makassar asli. Kan sudah lama Makassar tidak melahirkan pemimpin berdarah asli Makassar. Terakhir itu Patompo. Setelah itu, didominasi Bugis atau darah-darah campuran,” jelas Juanda.

Sadap juga memiliki simpul keluarga yang merata di semua kecamatan di Makassar. Karakter elektoral Sadap ini sangat fanatik.

Karenanya kata Juanda, geopolitik Sadap cukup kuat.

“Faktor lain adalah rekam jejak keduanya yang linear. Ical terbilang bersih di pemerintahan, Sadap dipandang publik sebagai pengusaha sukses. Ini yang membuat kombinasi mereka pas,” sebut Juanda.

Faktor selanjutnya, Sadap dan Ical mewakili dua generasi pemilih berbeda. Ical mewakili milenial, Sadap mewakili kantong tradisionil. (kir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *