Kamis , 22 Agustus 2019
Home / HEADLINE / Kisah Pasangan Gay di Gowa, dari Sodomi Sampai Imbalan Rp 5 Juta yang Berujung Maut

Kisah Pasangan Gay di Gowa, dari Sodomi Sampai Imbalan Rp 5 Juta yang Berujung Maut

MAKASSAR – Dari sebuah perkenalan singkat di Paotere, Karimullah Naja merangkai skandal dengan pasangan gaynya, Amir Ahmad. Ia berkisah gamblang bagaimana menjalani hubungan homoseksual sampai Amir harus meregang nyawa.

Direktur Direktorat Kriminal Umum (Dikrimum) Polda Sulsel Kombes Pol Erwin Zadma, menuturkan, Karimullah Naja dan Amir Ahmad menjalin hubungan sejak setahun silam. Mereka berkenalan sekitar tahun 2016 lalu di Pelabuhan Paotere.

“Dari perkenalan itu mereka mulai intim. Komunikasinya intens sampai terjalin hubungan yang cukup dekat,” terang Erwin.

Seperti dituturkan Naja kepada penyidik, awalnya ia tidak tahu kalau Amir penyuka sesama jenis. Setelah akrab, barulah Amir berani terbuka tentang dirinya.

“Dia baru berterus terang setelah beberapa bulan. Dia bilang suka sama laki-laki,” terang Naja.

Selama setahun menjalin hubungan, Naja mengaku lima kali disodomi Amir. Hubungan itu dilakukannya atas dasar suka sama suka.

Tak hanya Naja, Amir juga terlibat hubungan homoseksual dengan Zul, rekan Naja. Antara Naja dan Zul sama-sama tahu tentang hubungan segitiga di antara mereka.

“Saya tahu karena Zul cerita ke saya bahwa dia juga disodomi Amir,” jelasnya.

Selama menjalin hubungan, Amir terbilang royal. Setiap kali hendak berhubungan intim dengan Naja, ia selalu memenuhi semua permintaan pasangannya itu.

“Dia orangnya begitu, kalau mau dia kasih hadiah dulu. Macam-macam, kadang uang atau barang,” ujar Naja.

Terakhir sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi pekan lalu, Amir menelepon Naja. Ia mengaku kangen karena cukup lama tak bertemu.

“Dia ajak saya ketemuan. Katanya rindu,” tutur Naja.

Naja sempat menolak karena banyak urusan hari itu. Tapi Amir ngotot. Ia bahkan sampai menjanjikan hadiah uang Rp 5 juta kalau saja Naja bersedia bertemu.

Ditawari uang Rp 5 juta, Naja tak berpikir panjang lagi. Hari itu mereka bertemu. Dan seperti biasa, Amir kembali melampiaskan nafsunya dengan menyodomi pasangan homonya itu

Setelah berhubungan, Naja menagih imbalan yang dijanjikan. Tapi Amir bilang nanti besok atau lusa ia akan berikan. Akhirnya Naja pulang dengan kecewa.

Berselang beberapa hari, Amir kembali menelopon Naja dan mengatakan, uang yang ia janjikan sudah ada. Ia pun diminta datang ke rumahnya di BTN Graha Surandar, Paccinongang, Kabupaten Gowa untuk mengambilnya.

Naja bergegas ke rumah Amir ditemani rekannya, Zul. Setiba di sana, Amir tidak langsung menyerahkan uang itu.

Ia malah mengajak Naja keluar dengan mobilnya. Waktu Naja menanyakan uang itu, Amir bilang jangan khawatir. Ia berjanji akan memberikannya nanti.

Dalam perjalanan pulang, mereka singgah membeli beberapa botol bir, dan minum bersama di rumah Amir. Dalam pengaruh miras, Naja terus menagih janji Amir memberinya uang Rp 5 juta.

Bukannya dikabulkan, Amir yang mulai sempoyongan karena mabuk, menarik tangan Naja ke kamar.

“Dia paksa saya, dia bilang layani saya dulu. Setelah itu baru saya kasih uangnya,” cerita Naja menirukan Amir.

Karena merasa dipermainkan, Naja berontak dan menolak ajakan Amir. Amir tak kehabisan akal. Seketika ia meraih sebuah jarum suntik dan menyemprotkan cairan ke wajah Naja sampai pria itu tak sadarkan diri.

Dalam keadaan pingsan, Amir kembali menyodomi Naja. Naja mengaku tidak tahu berapa kali ia dikerjai hari itu.

Setelah sadar ia baru tahu telah disodomi Amir dalam keadaan pingsan. Di beberapa bagian tubuhnya sudah berceceran sperma.

Melihat keadaan dirinya, amarah Naja tiba-tiba memuncak. Mereka sempat cekcok sampai terjadi perkelahian fisik.

Naja meraih sebuah martil dan seketika menghantamkannya ke kepala Amir hingga korban jatuh tersungkur bersimbah darah. Ia langsung tak sadarkan diri.

Melihat korbannya tak bergerak lagi, Naja panik. Ia bergegas meninggalkan rumah setelah mengambil handphone dan mobil milik korban. (rendy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *