Senin , 13 Juli 2020
Home / MAKASSAR / Pemkot Makassar Siapkan Pusat Informasi Wisatawan di Jalan Penghibur

Pemkot Makassar Siapkan Pusat Informasi Wisatawan di Jalan Penghibur

MAKASSAR – Dinas Pariwisata Kota Makassar, menghadirkan pusat informasi khusus kepariwisataan bernama Tourism Information Center atau pusat informasi wisatawan di Jalan penghibur, depan Anjungan Pantai Losari Makassar.

“Bila dilihat jumlah kunjungan wisatawan baik itu dari domestik (Nusantara) maupun wisatawan mancanegara terus mengalami peningkatan. Setiap harinya, ada sekitar 20 orang turis datang ke pos pusat informasi ini untuk mencari informasi pariwisata,” kata Kabid Promosi Wisata, Dinas Pariwisata Makassar, M Roem.

Dia mengatakan, pos informasi ini sengaja dihadirkan untuk memudahkan para wisatawan Nusantara dan wisatawan asing saat ingin menjelajahi destinasi pariwisata yang ada di Sulsel termasuk di Kota Makassar.

Pos ini, lanjutnya, memiliki ragam layanan informasi. Mulai dari peta tujuan wisata, daftar nama hotel, biaya transportasi ke tujuan wisata di Sulsel maupun restoran-restoran. “Kami juga mengandeng polisi Pariwisata untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi turis yang ingin mencari infomasi tentang Makassar dan daerah destinasi wisata lainnya di Sulsel,” kata mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini.

Tidak sampai disitu, pihaknya juga bekerja sama dengan salah satu operator transportasi daring, Grab, guna membantu para turis untuk bisa sampai ke daerah tujuan wisata maupun wisata kuliner di Makassar sesaat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Sedangkan untuk destinasi wisata di Kota Makassar, ada Benteng Fort Rotterdam peninggalan belanda, Pulau Samalona, Pulau Gusung hingga Anjungan Pantai Losari yang sudah menjadi ikon Makassar.

Sejumlah destinasi wisata yang saat ini ramai dikunjungi seperti Taman Nasional Bantinmurung, Kabupaten Maros. Destinasi ini merupakan pusat penangkaran kupu-kupu dari ribuan spesies yang ada, ditambah dengan nuansa air terjun.

Selain Bantimurung, masih di Kabupaten Maros, kawasan destinasi yang kini naik daun adalah Rammang-Rammang. Destinasi wisata ini cukup ikonik dengan menjual lokasi dikelingi gunung karst serta harus menggunakan perahun untuk mengitarinya.

Destinasi wisata lainnya yang sudah mendunia ada di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Kemudian Pantai Bira dan Tanah Beru tempat pembuatan Kapal Pinisi di Kabupaten Bulukumba.

Wisata bawah laut Takabonerate di Kepulauan Selayar, dan lokasi wisata alam Malino di Kabupaten Gowa, serta sederat destinasi lainnya. “Karena Kota Makassar sebagai tempat transit, tentu para turis akan berdiam paling sedikit satu-dua hari, baru mencari destinasi wisata lain di Sulsel. Pos informasi inilah yang dimanfaatkan untuk memberikan infomasi kepada mereka. Dengan kehadiran wisatawan ini tentu akan meningkatkan pendapatan daerah,”tambahnya.

Rencananya, dalam waktu dekat, Anjungan Pantai Losari akan dipasangkan denah dimana letak posisi patung ikon, toilet, tempat makan, lokasi acara dan lainnya agar wisatawan mudah mencarinya dan tidak bingung karena lokasi anjungan cukup luas.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis data Perkembangan Pariwisata dan Transportasi di Sulsel Desember 2019, pada 3 Februari 2020 di kantornya jalan Haji Bau Makassar.

Jumlah Wisman yang masuk di Makassar pada Desember 2019 mencapai 1.821 kunjungan. Jumlah tersebut meningkat sebesar 14,17 persen bila dibandingkan dengan jumlah wisman pada November 2019 sebanyak kunjungan 1.595.

“Ada kenaikan 29,52 persen bila dibandingkan dengan Desember 2018 lalu. Jumlah kunjungan pada Desember 2018 sebanyak 1.406 kunjungan, sementara di priode Desember tahun 2019 berjumlah 17.771 kunjungan,” tukas Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *