Rabu , 23 Oktober 2019
Home / MAKASSAR / Jelang Ramadan, Dinsos Makassar Beri Perhatian Pada Anjal dan Gepeng

Jelang Ramadan, Dinsos Makassar Beri Perhatian Pada Anjal dan Gepeng

GELANDANGAN dan Pengemis (Gepeng) serta Anak Jalanan (Anjal) di Kota Makassar kerap meningkat saat memasuki Ramadhan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini diprediksi juga akan meningkat.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial Kota Makassar pun memberikan perhatian khusus. Bahkan tahun ini penanganannya akan dilakukan lebih intensif.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Akhmad Namsum mengatakan, terkait persoalan anjal dan gepeng dibulan suci islam pihaknya telah mempersiapkan pengamanan termasuk akan melakukan operasi.

“Kami di Dinsos sudah mengagendakan untuk turun lakukan operasi, dan rencana saya sendiri yang akan pimpin operasi itu. Insha Allah besok (hari ini) kita akan rapatkan secara internal, dan pada saat operasi kami juga akan libatkan teman teman wartawan,” kata Akhmad, kemarin.

Mantan Plt Kepala Kesbangpol Kota Makassar itu menyebut dalam operasi nantinya pihak Dinsos Makassar akan menyisir seluruh titik titik yang dianggap berpotensi dan memungkinkan adanya anjal dan gepeng.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi hal hal yang dapat mengganggu situasi dan kondisi kenyamanan di Kota Makassar, apalagi memasuki bulan suci ramadan.

“Jadi kami akan targetkan semua titik yang memungkinkan adanya anjal dan gepeng, bahkan kami akan rutin operasi siang dan malam terkait itu. Apalagi ini demi kenyamanan warga makassar,” terangnya.

Akhmad melanjutkan, dalam operasi yang dilakukan pihak dinsos yang kemudian ada terjaring gepeng maupun anjal, maka akan dikategorikan terlebih dahulu. Apakah masuk dalam kategori anak dibawah umur atau kategori warga luar kota.

“Meskipun tempat penampungan kami sangat terbatas tetapi kami juga akan melihat seberapa banyak yang terjaring. Contohnya kalau itu anak anak maka kita akan titipkan kepanti asuhan kalau penampungan kita full. Kalau yang terjaring itu orang dari luar daerah kami akan koordinasikan dengan pihak dinsos didaerahnya untuk segera dipulangkan,” pungkasnya.

Tidak cukup membersihkan anjal dan gepeng, Dinsos Makassar juga berencana akan mengidentifikasi siapa dalang atas fenomema tersebut untuk diminta pertanggungjawabannya.

“Itu langkah strategi Dinsos. Kami akan cari siapa yang menjadi dalangnya dan kami akan panggil untuk segera mengakhirinya, tetapi kalau dia tidak mengindahkan itu maka kita akan masuk kesegmen lain atau hukum tentang pemanfaatan anak pada posisi tidak benar,” ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *