Jumat , 20 September 2019
Home / MAKASSAR / Dinsos Imbau Camat Sampaikan ke Warga Soal Pencabutan Kartu JKN-KIS

Dinsos Imbau Camat Sampaikan ke Warga Soal Pencabutan Kartu JKN-KIS

MAKASSAR – Kepala Seksi Jaminan Kesejahteraan Sosial Dinsos Kota Makassar, La Heru mengatakan data peserta PBI yang diakomodir oleh APBN di Makassar mencapai 328.331 jiwa. Jumlah itu termasuk non-BDT yang berkisar 130.805 orang.

Kata dia, berdasarkan kebijakan pemerintah pusat disebutkan bahwa seluruh penerima bantuan KIS, BPNT maupun PKH harus masuk di BDT.

Sedangkan di Makassar ada sekira ratusan ribu penerima PBI dan setelah di verifikasi ternyata ada masyarakat Makassar tidak punya NIK dan tidak terdaftar di BDT.

“Nah, maka yang tidak masuk BDT (non-BDT) dinonaktifkan dan dicari gantinya yang ada di BDT. Tapi tidak dirugikan, ini masih proses verifikasi sampai ke tingkat kabupaten dan kota,” ungkapny

Meski begitu, pihaknya belum mengetahui siapa peserta yang masuk non-BDT.

Pasalnya, proses verifikasinya dilakukan oleh pemerintah pusat. Meski begitu, Dinas Sosial meminta bantuan ke pemerintah kecamatan maupun kelurahan untuk menverifikasi data tersebut.

“Jadi Kepala Dinas Sosial Makassar mengimbau seluruh camat dan lurah untuk menginfomasikan warga agar mengecek KIS-nya. Nah, disitu nanti ketahuan siapa yang masuk dalam non-BDT,” tutupnya.

Diketahui, Kementerian Sosial me-nonaktif-kan 5,2 juta peserta PBI BPJS Kesehatan yng dianggarkan melaui APBN terhitung 1 Agustus 2019. Kebijakan itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/2019 tentang Penonaktifan dan Perubahan Data Peserta Bantuan Iuran Jaminan Tahun 2019 Tahap Keenam dengan jumlah 5.227.852 peserta.

Dari totat PBI yang dinonaktifkan itu, tercatat 5.113.842 individu memiliki NIK dengan status tidak jelas. Jumlah warga tersebut juga disebutkan secara keseluruhan tidak memanfaatkan layanan kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional sejak 2014 hingga saat ini.

Bahkan, ada sekitar 114.010 peserta PBI tercatat telah meninggal dunia, memiliki data ganda, dan pindah segmen atau menjadi lebih mampu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *