Bangunan Sekolah Dibiarkan Rusak, Aktivis Desak Bupati Fifian Copot Salah Satu Kepsek Di Sula
L
Link Satu
-
Apr, 11 2026
Suwandi Kailul, Salah Satu Aktivis Di Sula. Foto: Istimewa.

SULA – Kondisi memprihatinkan SMP Negeri 3 Satu Atap Mangoli Tengah kembali menjadi sorotan tajam publik. Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat mencerdaskan generasi justru tampak seperti bangunan terbengkalai, atap bocor, dinding retak, hingga fasilitas belajar yang nyaris tak layak pakai.

Suwandi Kailul, Salah satu aktivis di Kabupaten Kepulauan Sula angkat suara. Ia menilai kerusakan yang terjadi bukan sekadar akibat keterbatasan anggaran, melainkan kuat dugaan adanya pembiaran sistematis yang berlangsung selama bertahun-tahun.

“Ini bukan soal satu dua kerusakan kecil. Ini sudah kronis. Kalau dibiarkan sampai bertahun-tahun, patut diduga ada kelalaian serius dari pihak sekolah, khususnya kepala sekolah,” tegasnya kepada linksatu, Minggu (12/04/2026).

Baca juga: Bertahun-Tahun Dibiarkan Rusak, Aktivis Bongkar Dugaan Pembiaran Sistematis Sekolah Terpencil Di Sula

Menurutnya, kepala sekolah memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan kondisi sarana pendidikan tetap layak.

“Jika terdapat kendala, seharusnya ada upaya aktif untuk melaporkan, mengusulkan perbaikan, atau mencari solusi, bukan justru membiarkan sekolah perlahan hancur,” jelasnya.

Dugaan Pembiaran dan Minimnya Transparansi

Investigasi awal mengungkap bahwa kondisi bangunan yang rusak bukan terjadi dalam waktu singkat. Beberapa ruang kelas dilaporkan telah rusak sejak bertahun-tahun lalu, namun tidak pernah mendapatkan penanganan serius.

Ironisnya, tidak ada informasi terbuka kepada publik terkait langkah-langkah yang telah diambil pihak sekolah.

Hal ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ada laporan yang sengaja tidak disampaikan? Atau justru ada sikap pasif yang mengorbankan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak?

“Kalau memang sudah dilaporkan berkali-kali tapi tidak ditindaklanjuti, mana buktinya? Mana dokumennya? Ini harus dibuka ke publik,” tambah Suwandi.

Desakan Tegas ke Bupati Fifian

Atas kondisi tersebut, Suwandi mendesak Bupati Kepulauan Sula untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk mencopot kepala sekolah SMP Negeri 3 Satu Atap Mangoli Tengah jika terbukti lalai dalam menjalankan tugas.

Ia menilai, tindakan tegas perlu dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, sekaligus memberi efek jera bagi pejabat pendidikan lainnya.

“Kalau tidak ada tindakan, ini akan jadi preseden buruk. Kepala sekolah lain bisa saja menganggap pembiaran seperti ini hal biasa,” ujar Suwandi.

Nasib Siswa SMP Negeri 3 Satu Atap Mangoli Tengah Dipertaruhkan

Di tengah polemik ini, yang paling dirugikan adalah para siswa. Mereka harus belajar dalam kondisi serba terbatas, bahkan berisiko terhadap keselamatan akibat bangunan yang tidak layak.

Beberapa orang tua siswa mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kondisi semakin parah.

“Anak-anak kami butuh tempat belajar yang aman, bukan bangunan rusak seperti ini,” keluh seorang wali murid.

Pemerintah Daerah Sula Diminta Turun Tangan

Suwandi juga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula untuk tidak tinggal diam. Ia meminta audit menyeluruh terhadap pengelolaan sekolah, termasuk penggunaan anggaran dan laporan kondisi sarana prasarana.

Kasus ini kini menjadi ujian bagi pemerintah daerah: apakah akan bertindak tegas demi masa depan pendidikan, atau membiarkan persoalan ini terus berlarut tanpa solusi nyata.

Baca juga: Aktivis Desak Kementerian KKP Periksa PT. MTP, Diduga Cemari Laut Falabisahaya

Satu hal yang pasti, di balik bangunan sekolah yang nyaris roboh, ada masa depan anak-anak Sula yang sedang dipertaruhkan.

Selama berita ini dipublikasikan, pewarta masih berupaya mengkonfirmasi Kepsek SMP Negeri 3 Satu Atap Mangoli Tengah terkait persoalan tersebut.

Pewarta: Setiawan Umamit

Redaktur: TIM

© 2023 Linksatu | All rights reserverd.